Search

open your mind, before your mouth

aku berharap kamu paham
aku sudah muak dengan kehilangan
lalu dipaksa mengikhlasklan
menetaplah, kamu pusat bahagia ku

ajak aku berdiskusi  tentang apa pun itu
tentang olahraga yang kamu biasa lakukan
tentang beberapa barang yang ingin kamu beli
tentang pekerjaan kamu yang melelahkan

apa pun itu, ceritakan
namun, hanya satu ku pinta
jangan ajak aku berdiskusi
tentang kehilangan kamu

saling menjadi penawar dari luka
yang belum juga kering di tepian
bisa saja mengobati pun menguatkan

dibandingkan berlomba-lomba
untuk terlihat lebih dulu bahagia
padahal tidak pernah setelahnya

semakin hari semakin tak terasa
bahwa waktu berlalu dengan cepat
seakan memberikan peringatan
untuk tetap terus melangkah

dari kepergian yang tak pernah
sanggup untuk direlakan
dari kehilangan yang belum juga
mampu untuk tergantikan

hingga seringkali rapalan doa ini
berujung hanya tentang diri mu
berharap tuhan punya rencana lain
entah itu pertemuan ataupun perpisahan

karena sekuat apapun mencoba
untuk terlihat bahagia tanpa mu
pada akhirnya air mata tetap disana
saat harus pergi tidur tanpa mu

hari ini terasa berat sekali untuk ku
terlebih lagi ada sangat banyak
pertanggungjawaban yang harus
kuselesaikan dengan cepat

benar bahwa pundak ku ada dua
di sebelah kanan dan juga kiri
namun tetap saja aku butuh pundak mu
untuk dijadikan sandaran kepala ini

atau mungkin juga butuh bibir mu
yang berwarna merah jambu
untuk dapat bertamu di kening ku
agar aku tahu dengan benar

bahwa sesulit apapun hari berlalu
bahwa seberat apapun hari berjalan
aku tetap menjadi yang paling beruntung
karena ada kamu selalu disisi ku

menerima kurang ku dengan tabah
menerima amarah ku dengan hangat
menerima keras kepala ku dengan sabar
menerima diriku yang selalu butuh kamu

aku pikir melupakan mu hanya perihal waktu
nyatanya, ada luka yang begitu hebat
yang selalu ku sembunyikan agar terlihat kuat

menjalani hari baru bersama teman-teman
mencoba melakukan banyak hal baru
agar tak lagi ada waktu senggang untuk rindu

berusaha terbiasa tanpa pedulimu lagi
membiasakan diri untuk tak lagi mengharap
segala hal darimu dan tentang mu di setiap pagi

aku percaya bahwa setiap kepergian
akan mendewasakan kita lewat luka
walau harus pernah merasa rapuh sendirian

dengan tidak bersama mu lagi mengiringi langka hmu
juga tak lagi menemani hari-hari mu yang berat
bukan berarti aku berhenti untuk mencintai mu

aku masih melakukannya di setiap harinya
hanya saja aku menyimpannya untuk diri ku sendiri
karena katamu, kamu punya kehidupan mu sendiri saat ini

“untuk sekarang, kamu boleh bahagia meski tak bersama ku”
tapi kamu juga harus tau, aku benci kalimat itu
hati ku selalu satu tak pernah dua, untuk mu lelaki 18 mei

Whatever it takes, please stay together
your beautiful lady, Syahirah Gunawan, S.Ked

tuhan, jika menyayangi nya kembali bukan kehendak mu
tolong jauhkan lah ia dari ku sejauh-jauh nya
tentang perasaan yang tulus ini
tanggalkan lah bersama nya

agar ia tau, ada hal yang lebih besar dari ego
dan biarkan aku untuk bahagia dengan benar
jauhkan lah ia yang berbicara dengan pisau
juga yang hanya singgah dan memberi air mata

karena melepasnya begitu berat
walaupun ia pergi, ia tetap dimana-mana
di puisi ku, di sepi ku, di setiap lagu yang kudengar
di pejam ku, di mimpi ku, ia dimana-mana

entah sudah berapa kali kamu hadir di mimpi ku akhir-akhir ini
selalu dengan lengan kanan yang memeluk seratus bunga mawar
mengenakan kemeja putih lengkap dengan dasi berwarna biru tua
bersandar di mobil mu sambil tersenyum dengan tatapan hangat

bermaksud menunggu diriku membanjiri dirimu pelukan erat
seakan kita sedang menjalani cerita baru tanpa bayangan masa lalu
canda tawa begitu menyenangkan hingga terasa cinta mu tulus
seperti benar bahwa aku memang hanya untuk dimiliku oleh kamu

aneh rasanya untuk mengakui semakin keras mecoba lupakan
semakin terasa hanya dirimu yang tepat untuk tetap dekat
di persimpangan jalan itu sepanjang malam saat ku terlelap
akankah alam mimpi bersahabat dengan realita kenyataan

this year, she lost, won, failed, cried
also, laughed, loved, but didn’t fold

and if only he listen her carefully
he will hear the pain and just like that
he will see through her heart

bc telling she is a priority
and treating her like she is a priority
are two completely different things

Blog at WordPress.com.

Up ↑